Tata Letak Meja Kantor yang Tepat untuk Tingkatkan Kinerja

Posted on

Tata letak meja kantor memang tidak boleh sembarangan. Posisi meja kantor harus disesuaikan dengan ruangan agar lebih efektif dan furnitur kantor tidak boros ruang.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Kursi Besi Kantor

Tata Letak Meja Kantor yang Tepat untuk Tingkatkan Kinerja
Tata letak meja kantor agar lebih efektif dan hemat ruang. Foto: Istimewa

Rekomendasi Tata Letak Meja Kantor yang Tepat

Selama berkarier sebagai konsultan pengolahan furnitur di Indonesia, saya tentu sudah biasa menghadapi berbagai keluhan klien. Salah satu keluhan yang banyak diberikan adalah kondisi ruangan yang tidak nyaman karena terlalu sempit. Padahal, setelah dilihat lagi, penataan furnitur saja yang kurang efektif.

Meja kerja menjadi salah satu yang wajib diperhatikan. Ukurannya besar dan seringkali memakan banyak ruang, sehingga penataan khusus itu dibutuhkan.

Banyak orang yang menyadari bahwa meja ini berpengaruh besar pada postur tubuh dan konsentrasi, bahkan hingga ke suasana hati. Bahkan, dr. Edbert Wreksoatmodjo, SpKFR, MSc, seorang dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi membagikan tips pengaturan meja kerja. Melalui kanal YouTube Dr. Edbert, ia merekomendasikan meja kerja yang kokoh dan paling tidak berukuran sepinggang saat duduk. Pastikan tangan membentuk sudut 90 derajat di siku saat beristirahat pada meja. Untuk tambahan, bisa gunakan stand laptop agar pandangan lurus ke depan.

Ketika pengaturan meja kerja sudah efektif, maka yang tidak boleh ketinggalan untuk jadi perhatian adalah tata letaknya. Berikut rekomendasi tata letak meja kerja agar memaksimalkan ruang yang ada.

Menghadap Sumber Cahaya Alami

Jika ada sumber cahaya alami di kantor, maka idealnya untuk meletakkan meja di sana. Cahaya alami dari luar akan membantu mengurangi kelelahan mata dan memberikan suasana kerja lebih segar.

Berikan Jarak yang cukup dengan Dinding dan Perabotan Lain

Tata letak ideal meja kantor selanjutnya adalah harus memiliki ruang cukup di bagian sisi belakang dan samping dengan perabotan lain. Hal ini berguna agar karyawan bisa bergerak dengan lebih leluasa.

Idealnya, jarak minimal antara meja kerja dengan perabotan atau dinding adalah 70 sampai 90 cm. Berdasarkan standar ergonomi kantor, ruang ini memungkinkan sirkulasi udara dan gerak tubuh yang optimal bagi karyawan dengan rentang tinggi badan 155-180 cm.

Perbandingan Meja Kerja Direksi dan Staff

Tata letak tersebut bisa diterapkan untuk meja kerja staff biasa maupun jajaran direksi. Umumnya meja kerja direksi dan staff memang memiliki beberapa perbedaan, yakni sebagai berikut:

  • Desain: Perbedaan utama dari meja direksi dan staff adalah desain. Untuk direksi, meja pasti lebih eksklusif dengan ukiran atau ukuran yang lebih luas. Sementara untuk staf hanya meja dengan ukuran standar.
  • Kualitas: Dari segi kualitas, meja direksi pasti wajib lebih baik untuk menjaga citra perusahaan ketika ada tamu dari luar. Meja direksi biasanya terbuat dari kayu solid atau veneer dan dilengkapi penyimpanan tambahan untuk menonjolkan prestise. Sementara itu, meja staff bisa umumnya menggunakan material berbasis kayu olahan seperti MDF atau MFC dengan laminasi HPL yang terkenal awet namun tetap terjangkau harganya.

Baca Juga: Meja Adjustable Elektrik Solusi Nyaman untuk Kerja Duduk dan Berdiri

Baik itu meja kerja direksi atau staf, tata letaknya harus tetap disesuaikan. Tata letak meja kantor harus maksimal agar menambah kenyamanan karyawan.